Sayuran Organik – Cara Menanam ,Perawatan, Jenis Jenis, Manfaat

Posted on

Sayuran Organik – Cara Menanam, Perawatan, Jenis Jenis, Manfaat

Sayuran Organik
Sayuran Organik

Menanam sayuran sendiri dapat membantu Anda dan keluarga mempertahankan produk yang sehat, segar, lezat, dan berkualitas tinggi. Cara penanaman yang sederhana menjadikan metode yang paling populer untuk dikalangan ibu rumah tangga. Berikut adalah beberapa tips tentang cara  menanam sayuran organik untuk pemula di halaman pekarangan rumah.

Cara menanam sayuran dengan menggunakan teknik organik menarik bagi banyak orang, karena tanaman dibuat tanpa pengaruh bahan kimia. Cobalah menanam sayuran organik di kebun Anda meskipun Anda memiliki lahan terbatas. Lahan yang tidak terlalu luas bisa menjadi tempat yang berguna untuk produksi sayuran.

Untuk  lebih jelasnya, penulis akan mencoba mengulas proses penanaman sayuran organik.

Cara Menanam Sayuran Organik

Budidaya sayuran organik sangatlah sederhana, hanya saja kebutuhan pupuk dan pestisida sama sekali tidak boleh menggunkan bahan kimia.

Karena bahan yang digunakan adalah bahan alami, sayuran organik disebut sebagai sayuran sehat yang sangat menarik. Hanya saja ketersediaan sayuran organik di pasar sangat terbatas dan tidak semua pasar menjual sayuran ini.

Karena itu, Anda juga bisa menanam sayuran organik di rumah untuk memenuhi kebutuhan Anda. Budidaya sayuran organik berbeda dari budidaya tanaman Hydroponie, karena di tanaman Hydroponie tidak ada media tanah yang digunakan.

Budidaya sayuran organik sangat sederhana, bahkan sayuran organik dapat ditanam di ruang terbatas. Anda dapat mendengar langkah-langkah yang akan kami perkenalkan di bawah ini sebagai pedoman untuk menanam sayuran organik di rumah.

Pembibitan Sayuran Organik

Untuk budidaya sayuran organik, yang pertama adalah pembibitan sayuran . Untuk dapat menanam sayuran organik, Anda harus terlebih dahulu membuat bibitnya. Anda dapat membuat benih dengan menabur benih pada media tanam yang disediakan.

Media pertumbuhan dapat disiapkan dengan mencampurkan tanah dengan perbandingan kompos 1: 3. Gunakan persemaian yang cocok dan memadai, misalnya menggunakan baki semai atau nampan bibit atau sejenisnya.

Semai bibit pada jarak sekitar 2 cm, lalu tunggu sampai biji tumbuh dan daun keluar. Di waktu tunggu. Anda bisa menyiraminya secara teratur setiap pagi dan sore hari.

Media Untuk Budidaya Sayuran Organik

Ada berbagai jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam sayuran. Mulai dari yang alami hingga sintetis. Petani dapat menggunakan media tanam di sekitar rumah, yang mudah didapat dan  cara pembuatannya mudah dibuat.

1.Tanah

Biasanya ada dua jenis tanah, tanah liat dan pasir. Masing-masing tanah memiliki kelebihan dan kekurangan. Tanah liat, misalnya, dapat menyimpan air lebih lama dan membuat akar tanaman lebih kencang, tetapi penetrasi air lebih sulit, menyebabkan genangan air dan beberapa tanaman tidak cocok untuk terkena genangan air.

Sementara tanah berpasir memiliki keuntungan dari drainase yang baik, sulit untuk menyimpan air sehingga cadangan air di tanah mudah dikonsumsi. Karena itu, Anda harus memilih lantai yang berisi keduanya.

Untuk mengakomodasi kedua elemen, kedua baki harus dicampur dan dicampur dengan kompos untuk memungkinkan tanah mengendur dan lebih gembur, dan mengalirkan air dengan baik dan menyimpan air lebih lama.

READ  Ayam Bangkok - Cara Ternak, Jenis, Cara Merawat

2.Humus dan Kompos

Humus memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi karena itu baik untuk tanaman. Tanah humus bisa didapatakan di tanah lapisan atas dari hutan, biasanya lapisan tanah di sekitar pakis.

Itupun  jika lokasi rumah Anda dekat dengan hutan, jika rumah Anda di perkotaan, bagaimana cara mendapatkan publisitas tanah?

Anda dapat menggunakan kompos sebagai pemasok nutrisi biologis untuk tanaman. Semua jenis kompos padat dapat digunakan sebagai media tanam. Kompos, yang cocok untuk media tanam, adalah kompos matang atau kering.

Jika kompos tidak matang, dapat menyebabkan bencana bagi tanaman, karena dapat menyebabkan penyakit dan hama tanaman. Ini juga tidak akan berguna karena nutrisi tidak dapat diserap oleh tanaman karena mereka belum sepenuhnya sempurna.

3.Serat Kelapa atau Arang

Anda bisa menggunakan serat kelapa dari kelapa tua untuk menanam media untuk menanam sayuran organik. Jika lokasi tumbuh sayuran organik Anda memiliki sedikit curah hujan dan cenderung kering.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan arang sekam padi, yang merupakan hasil dari pembakaran sekam padi yang tidak lengkap.

Arang yang dikupas bermanfaat untuk meningkatkan porositas tanah, menjaga kelembaban tanah, meningkatkan kapasitas pengikatan tanah terhadap air, dan merangsang pertumbuhan mikroba yang bermanfaat bagi tanaman.

Selain itu, arang bermanfaat juga bisa menghilangkan hama dan kuman yang terkandung di tanah. Ketika media tanam untuk pertanian sayuran organik siap, langkah selanjutnya untuk menanam sayuran organik adalah menabur atau penyemaian bibit.

4.Penyemaian Bibit Sayuran Organik

Sayuran Organik
Sayuran Organik
  1. Penyemaian atau menabur benih jika Anda memulai dari menanam benih. Menabur benih di tanah budidaya.   Taburkan tanah di atasnya, lalu tunggu sampai tumbuh bijinya dan memiliki 3 atau 4 helai daun.
  2. Pindahkan benih ke media yang sebelumnya dibuat. Gunakan pot, polybag atau apa pun yang bisa digunakan. Media tanam harus mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Campur tanah dengan kompos dan arang sekam. Perbandingan terdiri dari 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang. Agar tanah menjadi gembur untuk menanam sayuran organik.
  3. Perawatan tanaman organik yang Anda tanam sangat sederhana. Tanaman disiram setiap pagi dan sore dan dipupuk setelah 10 hari masa tanam. Tanah penanaman dibersihkan dari lumpur liar, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Untuk lebih jelasnya lagi penulis akan mencoba mengulas cara perawatan sayuran organik agar kalian mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Baca Juga Artikel Lainnya : Pohon Sengon – Cara Tanam, Pemeliharaan, Panen, Harga

Perawatan Sayuran Organik

Sayuran Organik
Sayuran Organik

Budidaya sayuran organik sebenaranya tidak sulit, hanya saja setiap hari Anda harus lebih memperhatikan untuk memeriksanya.

Pemeriksaan pada tanaman sayuran organik sangat penting untuk mencegah sayuran organik dari serangan hama dan penyakit. Berikut proses perawatan yang baik untuk mendapatkan panen yang baik .

Menyiram sayuran organik

Siram secara teratur setiap pagi dan sore hari dengan jumlah air yang tepat untuk menghindari bagian bawah berlumpur.

Penyiangan Tanaman

READ  Tanaman Adenium – Cara Menanam di Pot, Sifat, Manfaat, Harga

Jangan lupa untuk menyiangi area di sekitar sayuran agar gulma agar tidak tumbuh dan mempengaruhi pertumbuhan sayuran organik. Untuk menghambat pertumbuhan gulma, Anda bisa menggunakan mesin pemotong rumput.

Selain itu, Anda juga dapat menentukan bagaimana rumput harus dihilangkan dengan menarik secara manual. Rumput liar juga bisa diperlambat dengan menutupi gulma dengan plastik berwarna perak. Tujuannya agar gulma tidak bisa menyerap sinar matahari dan akhirnya mati sendiri.

Pemberian pupuk
Berikan pupuk yang cukup ke sayuran. Pemberian pupuk untuk sayuran organik memang sangat penting untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menopang pertumbuhan sayuran organik.

Pupuk yang Anda berikan juga harus sepenuhnya bebas bahan kimia. Salah satu pupuk yang bisa Anda lakukan di rumah adalah pupuk cair organik. Pupuk ini terbuat dari ampas kedelai, yang dihaluskan dan kemudian dicampur dengan mikroba yang baik untuk tanaman, gambut dan bahkan tetes. Tambahkan air bersih dan diamkan selama beberapa saat.

Cara pengunaannya pun ini sangat sederhana, Anda cukup menyemprotkan pupuk pada daun sayuran organik atau dengan menyebarkan pupuk cair di sekitar tepi tanah.

Perlindungan Tanaman Dari Hama

Pengendalian hama tanaman organik sangat mudah diserang oleh hama. Untuk mengendalikan hama, Anda dapat melakukan kontrol secara fisik dengan, membuang secara langsung, menangkap, atau memancingnya agar hama pergi dengan sendirinya

Selain itu, Anda dapat menggunakan obat-obatan yang dibuat secara alami. Obat alami ini dapat dibuat dari berbagai bahan tergantung pada hama.

Bahan yang biasa digunakan untuk mengusir hama, seperti minyak serai, minyak kapur barus, cairan gula asam, dan lainnya.

Jenis – Jenis Sayuran Organik

Sayuran Organik
Sayuran Organik

1.Bayam

Tidak hanya Popeye membutuhkan kandungan besi bayam yang tinggi, tetapi juga anak-anak kita. Bahan utama bayam adalah asam folat, vitamin A dan flavonoid, pencegah kanker. Bayam organik sangat bagus untuk bayi yang baru mengenal makanan semi-lunak.

2.Caisim (Sawi)

Sayuran organik yang satu ini tidak menimbulkan rasa pahit dan mudah untuk dicerna oleh anak-anak. Caisim atau sawi dapat dikonsumsi sebagai campuran dari banyak makanan seperti mie goreng, nasi goreng atau makanan lain yang merangsang nafsu makan anak. Caisim kaya akan serat, vitamin A, C dan E.

3.Kangkung

Munculnya isu lintah di sayuran kangkung tidak pernah terbukti secara medis. Jika Anda masih khawatir tentang lintah di sayuran kangkung, mengapa tidak menanamnya di kebun Anda sendiri?
Mirip dengan bayam, tanaman ini tidak dapat dinikmati lebih dari 6 minggu setelah tanam. Manfaat sayuran kangkung organik bervariasi, sayuran ini mengandung vitamin A, C, dan B, sehingga ketiganya berkontribusi pada pasokan energi didalam tubuh. Karena itu, jangan pernah percaya jika Anda menjadi sangat mengantuk setelah mengkonsumsi sayuran kangkung.

4.Kailan

Siapa yang memiliki sayuran organik ini, dapat membuat menu Canton yang sangat lezat. Tidak hanya kaya akan vitamin A, Kailan juga sangat berguna untuk pencegahan kanker karena kandungan isotiosianatnya yang tinggi. Jika anda ingin anak-anak juga menikmatinya, cobalah menanam Baby Kailan karena mereka tidak akan menolak. Apalagi jika disajikan dengan benar.

5.Cabai

Nah, kalau yang ini seharusnya sudah dimulai dari awal. Cabai merah atau cabai rawit adalah produk utama yang dikonsumsi oleh sebagian besar rumah tangga di Indonesia. Harga cabai selalu berfluktuasi dan tidak bisa diprediksi. Mengapa tidak menanam saja di rumah? Selain bebas pestisida, para ibu tidak perlu khawatir jika harga cabai melebihi harga daging sapi per kilonya.

READ  Budidaya Cabai – Merah, Rawit

6.Pak Choy (Sawi Daging)

Sawi daging mengandung jumlah serat dan vitamin C tertinggi dari semua keluarga sawi-sawian. Tentu saja manfaat dari kedua kandungan sayuran organic ini tidak perlu disebutkan. Wanita hamil juga akan merasakan manfaat dari kandungan folat yang tinggi di sawi daging ini.

tidak hanya dimasak, tetapi juga bisa  memanfatkan  rasa asli Bio-Pack Coy sebagai jus. Untuk meningkatkan kelezatan alami dan sumber energi serta vitamin, pisang Ambon, nanas atau limun dapat digunakan sebagai campuran.

7.Tomat

Siapa yang tidak suka jus tomat? Tomat organik aman dikonsumsi, karena tomat non-organik rentan terhadap kontaminasi pestisida, terutama selama musim hujan. Menanam tomat sendiri lebih rumit daripada sayuran hijau yang disebutkan di atas. Namun, para ibu dapat menikmati hasilnya secara penuh karena tomat organik sangat tahan lama dan tidak membusuk dengan mudah bahkan pada penyimpanan berkepanjangan.

Manfaat  Sayuran organik

Sayuran Organik
Sayuran Organik

1.Secara kimia lebih aman

Makanan organik tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida saat ditanam. Namun, disarankan agar konsumen tetap berhati-hati. Jika sayuran organik didasarkan pada pupuk kompos yang tidak lengkap, ada banyak salmonella, patogen, dan lainnya. Sehingga sayuran organik harus tetap dicuci bersih. Namun, dalam hal kandungan kimia, produk organik jauh lebih aman dari pada produk non-organik.

2.Tubuh lebih sehat

Sayuran organik telah terbukti mengandung lebih banyak phytochemical yang meningkatkan aktivitas enzim yang terlibat dalam penghancuran karsinogen.

3.Memiliki lebih banyak nutrisi

Proses penanaman organik memperkaya nutrisi yang terkandung dalam tanah. Karena itu, ada penelitian yang mengatakan lebih banyak tentang produk organik, kandungan zat besi, karoten dan vitamin C lebih banyak.

4.Kaya Akan Rasa

Buah dan sayuran organik rasanya lebih enak dan renyah. Beberapa orang yang memiliki indera perasa yang sensitif mengatakan bahwa pestisida masih memiliki rasa pahit setelah dicuci, sementara sayuran organik terasa lebih enak.

5.Umumnya Lebih Tahan Lama

Sayuran organik lebih tahan lama, karena buah-buahan organik dan sayuran organik sangat matang. Selain itu, tanaman organik tanpa campur tangan manusia memiliki pertahanan alami mereka sendiri terhadap hama dan pelapukan.

Demikianlah sedikit ulasan tentang   Sayuran Organik – Cara Menanam dan Perawatan, Jenis Jenis, Manfaat yang sangat baik untuk kita, semogah artikel ini bisa membantu mengenai tanaman sayuran organik. jangan lupa baca artikel lainnya terima kasih.

Baca Juga Artikel Lainnya :