Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020

Posted on

Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020

 

Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020
Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020

Bek Prancis Rafael Baran menyesalkan kekalahan timnya dari Swiss di euro pada 2020. Pada Selasa, di babak 16 besar Kejuaraan Eropa 2020, Prancis akan menghadapi Swiss Setelah sempat tertinggal di babak pertama.

Prancis berhasil membalikkan keadaan menjadi 3:0. Namun, pada akhirnya Swiss berhasil menyamakan kedudukan. Skor tetap sekuat 3-3 setelah 120 menit.

Alhasil, pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti. Prancis harus mengakui dominasi Swiss di setiap putaran. Karim Benzema dan timnya kalah 4-5. Filipina akan terus bekerja untuk meningkatkan warganya pada tahun 2020.

Penyesalan Terdalam Varane

 

Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020
Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020

Kegagalan ini memaksa Prancis untuk mengangkat kopernya dari euro 2020. “Ini sangat mengecewakan. Kami benar-benar merusak babak pertama kami,” kata Baran TF1.

“Kami menjawab di babak kedua, tetapi kemudian kami memberi mereka tempat duduk dan mereka kembali.”

Drama Adu Penalti

Mbappe menjadi satu-satunya penendang asal Prancis yang gagal mengeksekusi penalti. R.Varane mengatakan bahwa nasib tidak berpihak pada mereka.

“Hukuman Penalti adalah lotere. Kami bisa saja mencetak gol di perpanjangan waktu karena kami punya peluang untuk melakukannya,” tambahnya. “Akan ada keheningan di ruang ganti dan kami akan fokus pada tujuan kami berikutnya.”

Tak Mau Salahkan Mbappe

 

Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020
Penyesalan Varane Usai Prancis Tersingkir dari Euro 2020

Kylian Mbappe gagal memenuhi kewajibannya dalam adu penalti, sehingga Prancis tersingkir dari Euro 2020. Kapten Les Blues Hugo Loris membela rekan setimnya.

Kegagalan Mbappe dalam adu penalti memaksa Prancis angkat koper dari euro 2020. Loris masih tidak mau menyalahkan rekan satu timnya.

“Kita menang sepak bola bersama dan kita kalah bersama,” kata Loris BIN Sports. “Kita semua bertanggung jawab atas pemberantasan ini.” Itu menyakitkan dan tidak ada yang menyalahkannya.

Kami semua melawan lawan kami bersama-sama dan tidak perlu mencari alasan. Dan untuk memuji tim Swiss kami, mereka hebat.

Penyesalan Lloris

Loris pun mengungkapkan penyesalannya dalam pertandingan ini. Dia berpikir bahwa timnya tidak bermain cukup setelah menang 3:1. “Saya pikir kami minta maaf, tentu saja.

malam ini kami harus memiliki kontrol permainan yang lebih baik pada menit ke-3.” “Di masa lalu, kekuatan kami bermain kuat. Dan itu tidak ada dalam permainan kami malam ini.”

Tidak Menyerah

Kekalahan Team Prancis tampaknya sangat menyakitkan bagi Loris. Meski begitu, dia bersikeras agar timnya tidak menyerah.

“Itu hanya menjadi perhatian kami saat itu. Kami mencoba yang terbaik. Sekarang kita harus menghabiskan rasa sakit ini.

 

See also  Arif Satria Timnas Indonesia Harus Bangkit Lawan UEA

Baca Juga Artikel Lainnya :