Karet – Pengertian Tanaman, Ciri- Ciri, Kegunaan, Cara Budidaya, Manfaat

Posted on

Karet – Pengertian Tanaman, Ciri- Ciri, Kegunaan, Cara Budidaya, Manfaat

Karet
Karet

Indonesia adalah negara agraris dengan beragam jenis tanaman dan iklim yang sangat cocok untuk budidaya berbagai spesies tanaman. Salah satu tanaman dengan nilai ekonomi dan prospek yang bagus adalah perkebunan.

Di mana tanaman perkebunan memainkan peran yang cukup penting dalam pembangunan ekonomi dan mendatangkan devisa bagi negara kita. Selain itu, tanaman perkebunan juga berperan dalam penciptaan lapangan kerja, sebagai sumber pendapatan bagi penduduk dan sebagai pelestarian alam.

Salah satu tanaman perkebunan yang berkontribusi terhadap ini adalah tanaman karet. Tanaman karet memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga tidak mengherankan jika banyak orang menganggap tanaman ini sebagai salah satu kekayaan Indonesia.
Pabrik karet digunakan sebagai bahan baku industri, seperti pembuatan sepatu, sabuk penggerak motor, kabel, isolator, dan banyak lagi.

Pada dasarnya budidaya tanaman karet tidak sulit, hanya ada beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi untuk mencapai produksi maksimal.

Pengertian Karet

Polyisoprene, atau karet, adalah polimer adisi alami yang paling penting. Karet diperoleh dari pohon karet dalam bentuk suspensi dalam air yang dibuat lateks. Karet alam yang terbuat dari getah karet terdiri dari monomer isoprena, lunak, lengket dan mudah teroksidasi. Penggunaan karet alam diperlukan untuk terlebih dahulu memvulkanisasi proses dengan memanaskannya terlebih dahulu pada suhu 150 derajat Celcius. Bersama sedkit belerang dengan vulkanisasi, bertujuan untuk dapat membuka ikatan rangkap pada getah tanaman karet. Hasil vulkanisasi karet kemudian digunakan sebagai bahan baku ban.

Karet alam adalah elastomer yang berasal dari lateks seperti susu yang ditemukan dalam getah sebuah tanaman.

Bentuk alami karet alam yang dimurnikan adalah kimia poliisoprena, yang juga dapat diproduksi secara sintetis. Karet alam banyak digunakan dalam berbagai aplikasi dan produk, seperti halnya karet sintetis. Karet alam adalah polimer yang ideal untuk aplikasi teknis dinamis atau sintesis dalam penggunaan sehari-hari.

READ  Ayam Bangkok - Cara Ternak, Jenis, Cara Merawat

Ciri-ciri Karet

Karet alam memiliki daya elastisitas yang baik, tidak mudah habis karena gesekan (tidak mudah aus), mudah dikerjakan dan tidak mudah panas. Bahan karet alam sedemikian sehingga memiliki ketahanan tinggi yang cukup tanpa hentakan secara berulang dan daya kelengketan tinggi untuk berbagai bahan.

Kegunaan Karet

Karet alam tidak dapat dibandingkan dengan banyak karet sintetis dalam hal ketahanannya terhadap sinar matahari atau panas, pelarut, minyak, ozon dan oksigen. Namun, karet alam dapat dipengaruhi dengan baik dalam penggunaan atau aplikasi berikut.

Selang karet.
Karet seal dan karet gasket
Karet anti-getaran / karet anti-vibrasi.
Karet untuk komponen atau perangkat listrik.
Karpet karet.
Wheel Chock.

Cara Budidaya Tanaman Karet

Karet

Pemilihan Benih

Sebelum bibit ditanam, bibit dipilih terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan penanaman yang memiliki karakteristik umum yang baik, termasuk : produktivitas tinggi, respons terhadap stimulasi hasil, ketahanan terhadap serangan hama dan daun dan penyakit kulit serta pemulihan luka kulit yang baik. syarat yang harus ditempatkan pada benih siap tanam adalah :

 

– Biji karet dalam polybag yang sudah berpayung dua.
– Mata yang dicangkokkan sangat bagus dan sudah mulai berkecambah
– Akar tunggang tumbuh dengan baik dan memiliki akar lateral
– Bebas dari penyakit akar (Jamur Akar Putih).

Kebutuhan Bibit

Pada jarak tanam 7 m x  3 m (untuk lahan yang landai), 476 bibit karet dibutuhkan untuk menanam bibit dan 47 (10%) untukpenyulaman tanaman cadangan, sehingga setiap hektar kebun membutuhkan 523 bibit karet.

Penanaman

Secara umum, penanaman karet ditanam di ladang pada musim hujan, yang berada antara bulan September dan Desember, di mana hujan lebat dan hari hujan lebih dari 100 hari. Pada saat penanaman, tanah penutup lubang digunakan sebagai top soil dicampur dengan RP 100 g pupuk per lubang, selain pemupukan dengan 50 g urea dan SP-36 100 g sebagai pupuk dasar.

Buka Juga Artikel Lainnya : Kelapa Sawit – Sejarah, Budidaya, Manfaat, Syarat Pertumbuhan

READ  Pepaya California - Cara Menanam, Pemeliharaan, Panen

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan umum dilakukan pada perkebunan karet termasuk pengendalian gulma, pemupukan dan pemberantasan penyakit tanaman.

Pengendalian Gulma

Perkebunan karet, baik tanaman yang belum matang (TBM) maupun tanaman dewasa (TM), harus bebas dari gulma seperti alang-alang, mechania, eupatorium, dll., Sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Program Pemupukan

Selain pupuk dasar, yang diberikan pada saat penanaman, program pemupukan terus menerus untuk tanaman karet dalam dosis seimbang harus dilakukan dua kali setahun. Jadwal melakukan pemupukan di Semeseter I adalah Januari / Februari dan semester kedua Juli / Agustus. Satu minggu sebelum pemupukan, gawangan pertama kali disapu dan irisan tanaman dibersihkan. Pemberian SP-36 biasanya dilakukan dua minggu sebelum pemberian urea dan KCl.

Sementara itu, untuk tanaman kacangan penutup tanah dapat diberi 200 kg / ha pupuk RP, yang pemberiannya dapat dilanjutkan sampai tahun ke-2 (TBM-2) jika pertumbuhannya tidak baik.

Bagi mereka yang benar-benar tertarik dengan dunia pertanian karet. Jika Anda ingin memulai dari awal, Anda harus memikirkannya dengan hati-hati, karena dari proses penanaman selama proses penyadapan hingga proses panen Anda dapat bekerja dengan lebih banyak hasil selama sekitar 5 hingga 6 tahun. Lebih maksimal hingga usia 7 tahun, sehingga batang pohon benar-benar siap untuk disadap.

Manfaat Tanaman Karet

Karet
Karet

Karet sangat berguna bagi orang-orang di mana karet selalu hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Karet juga memainkan peran penting dalam reboisasi dan perbaikan lingkungan karena tanaman karet beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dan tidak memerlukan tanah dengan kesuburan tinggi.

Tanaman karet juga berguna dalam produksi karet yang terbuat dari tanaman karet menjadi bahan utama dalam pembuatan karet. Bahan yang terbuat dari getah karet beragam. Banyak coontoh produksi yang menggunakan jenis  bahan baku karet, seperti. Ban karet daur ulang, bantalan karet yang digunakan oleh karyawan, dll.

Tanaman pohon karet ini juga digunakan sebagai bahan baku untuk produksi produk sintetis. Banyak manfaat yang kami peroleh dari keberadaan industri sintesis adalah produk-produk yang dibuat dari industri ini, seperti peralatan kendaraan, peralatan medis, peralatan, dll.

READ  Sawi Hijau – Manfaat,  Kandungan Gizi,  Efek Samping

Tanaman pohon karet ini juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Pohon karet menyerap gas buang dan menghasilkan oksigen, yang memiliki pengaruh lebih besar. Tumbuhan ini juga menyerap gas karbon dioksida, yang diproses menjadi sumber karbon untuk foto sintesis. Yang sangat

Membantu mengurangi atau mengatasi efek rumah kaca seperti pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

Pohon karet juga dapat digunakan dalam dunia lapangan tempat kerja, karena perawatan pohon karet membutuhkan banyak perawatan. Dan dalam penyadapan, diperlukan perawatan secara rutin, yang sangat membutuhkan getah pohon karet. Pohon karet telah membuka peluang kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pohon karet biasanya membutuhkan area yang luas dan sangat membantu dalam penggunaan lahan. Sebagian besar tanah di beberapa daerah tidak digunakan dan ini dapat digunakan untuk membuka lahan perkebunan karet. Hal ini terbukti sangat baik untuk pengembangan penggunaan lahan, yang dapat meningkatkan ekonomi orang yang mau bekerja pada pemeliharaan pohon karet.

Ternyata biji karet juga bisa digunakan untuk obat-obatan. Biji karet mengandung berbagai jenis senyawa dan nutrisi seperti lemak, air, protein dan senyawa lainnya. Selain itu, biji karet mengandung berbagai bahan seperti tiamin, asam nikotinat, akrotin dan tokoferol, yang dapat digunakan untuk mencampur obat-obatan dan makanan. Biasanya, semua bahan telah di olah sehingga dapat digunakan dengan aman.

Demikian sedikit ulasan mengenai budidaya pohon karet mulai dari cara pemilihan bibit sampai manfaat dari pohon karet dan masih banyak lagi yang telah kita ulas bersama, semogah artikel ini bermanfaat. Terima kasih selamat mencoba !!!

Buka Juga Artikel Lainnya :