Budidaya Kacang Hijau – Di Sawah, Di Polybag

Posted on

Budidaya Kacang Hijau – Di Sawah, Di Polybag

Budidaya Kacang Hijau

gramsci-monument.com – Kacang Hijau merupakan jenis tanaman yang sering tumbuh didaerah yang beriklim tropis, lahan yang sering digunakan dalam pembudidayaan kacang hijau sering memanfaatkan lahan persawahan yang memiliki tanah yang gembur dengan saluran air yang cukup baik.

Penanaman budidaya kacang hijau baiknya dilakukan saat musim kemarau atau sekitar bulan mei atau awal juni, dikarenakan petani masih bisa memanfaatkan sisa hujan untuk membudidayakan kacang hijau. Budidaya kacang hijau juga memeliki keuntungan sendiri dalam proses budidaya, dikarenakan tanaman kacang hijau tahan saat musim kemarau atau saat tanah kekeringan dan Serangan hama pada tanaman kacang hijau lebih sedikit dibandingkan dengan budidaya tanaman lainya dan harga jual dipasaran terbilang cukup tinggi.

Untuk lebih jelasnya mari kita ulas bagaimana cara budidaya kacang hijau.

Budidaya Kacang Hijau Disawah

Pemilihan Bibit

Pemilihan bibit sangatlah penting untuk dilakukan agar mendapatkan benih bibit-bibit  yang unggul, sehingga nantinya ketika dilakukan penaman benih kacang hijau pertumbuhan akan tumbuh dengan baik atau tidak cepat mati. Pilihlah bibit yang sudah tua dengan kondisi bibit yang baik atau tidak rusak.

Persiapan Lahan

Proses persiapan lahan adalah hal pertama yang harus kita kerjakan, karena dalam proses budidaya kacang hijau haruslah tersedia media tanam yang cocok untuk budidayanya. Untuk media tanam budidaya kacang hijau di sawah, pertama pilih media tanam sawah yang sudah tidak terpakai lagi atau baru selesai melakukan panen. Kemudian bersihkan sisa-sisa tanaman padi atau rumpu-rumput yang masih tumbuh dimedia tanam, bersihkan juga dari bebatuan yang terdapat dilahan .

Setelah lahan dibersihkan selanjutnya lakukan pembajakan lahan untuk merapikan struktur lahan, dan lakukan penggemburan pada tanah yang akan digunakan untuk budidaya kacang hijau. Sedangkan waktu yang baik untuk melakukan pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum masa tanam yaitu pada awal sampai akhir hujan.

Setelah dilakukan proses pembajakan lalu diamkan lahan sampai tanah kering lebih kurang selama 2 minggu, setelah proses selesai selanjutnya buatlah petakan pada media tanam dengan ukuran kurang lebih 3 sampai 4 meter dengan panjang disesuaikan dengan lahan tanam.  Buatlah saluran drainase air diantara petakan dengan menggunakan parit sebagai saluran drainase, jika tanah mengandung zat asam sebaiknya dilakukan pengapuran terlebih dahulu dengan menggunkan Zeagro-1, atau Kalsit. Dengan penggunaan dosis dapat disesuaikan dengan pH tanah. Setelah itu sebarkan kapur secara merata di permukaan tanah, kemudaian diaduk bersama dengan lapisan tanah atas dengan ukran kedalaman 20 sampai dengan 30 cm. Proses pengapuran sebaiknya dilakukan 2 sampai 4 minggu sebelum melakukan penanaman.

READ  Cara Menanam Anggur – hidroponik dari biji, dari batang

Proses Penanaman

Penanaman budidaya kacang hijau, seperti yang sudah penulis jelaskan sebeblumnya sebaiknya dilakukan saat musim kemarau atau sekitar bulan mei atau awal juni atau pada awal sampai akhir musim hujan. Setelah melakukan penanaman , benih atau bibit kacang hijau dilakukan diinokulasi terlebih dahulu dengan bakteri Rhizobium.

Berikut adalah langka-langka penginokulasian sebagai berikut :

  1. Benih atau bibit kacang hijau dibasahi dengan secukupnya dengan menggunkan air bersih.
  2. Bibit kacang hijau dicampurkan dengan inokulum Rhizobium dengan dosis antara 5 sampai 10 g/kg benih kacang hijau sampai merata.
  3. Bbenih bibit kacang hijau yang telah dilakukan diinokulasi bakteri Rhizobium selanjunta benih tersebut dikeringkan selama beberapa saat.
  4. Benih yang telah diinokulasi agar segera ditanam dengan jangka waktu tidak lebih dari 6 jam.

Langkah-langkah penanaman budidaya kcang hijau

  1. Buat lubang tanam dengan bantuan tugal, dengan jarak tanam dapat disesuaikan dengan kebutuhan , bisa dengan ukran 10 cm x 50 cm atau 20 cm x 25 cm (400.000 tanaman/ha, dengan jarak antara barisan lebih kurang 75 cm). Jarak tanam dapat juga diatur lebih rapat, misalnya 10 cm x 40 cm atau 20 cm x 20 cm ( 500.000 tanaman / ha, dengan jarak antar barisan 50 cm) dengan Ke dalam tiap lubang, dapat dimasukkan 2 butir benih.
  2. Setelah dilakukan penanaman benih tanaman kacang hijau, berikan juga pupuk dengan ukuran 25 kg sampai dengan 50 kg Urea, 100 kg TSP, dan 25 kg sampai dengan 37,5 kg KCl per hektar. Setelah  pupuk dimasukkan ke dalam lubang tugal yang berjarak 5 cm di sisi kiri atau kanan lubang tanam dengan kedalaman lebih kurang 10 cm.
  3. Setelah dilakukan penanaman benih, sebaiknya lakukan pemasangan mulsa jerami.  Jerami dihamparkan di atas lahan yang telah ditanami benih kacang hijau hingga ketebalannya mencapai 3 cm sampai dengan 5 cm.
READ  Kelapa Sawit - Sejarah, Budidaya, Manfaat, Syarat Pertumbuhan

Pemeliharaan Tanaman

Setelah selesai penanaman benih budidaya kacang hijau, 5 hari setelah penanaman, lakukan penyiraman air pada tanaman. Pengairan dapat di lakukan dengan mengalirkan air melalui saluran drainase yang telah dibuat sebelumnya. Lakukan pengairan  kembali secara rutin pada fase menjelang berbunga dan pada fase pembentukan polong. Pada proses ini apabila terjadi kekurangan air, maka biji dan polong pada kacang akan kempes sehingga produksinya nanti bisa dibilang rendah. Setelah itu satu minggu sebelum dilakukan panen, pengairan pada tanaman budidaya kacang hijau dihentikan.

Apabila terdapat tanaman kacang hijau yang mati atau tidak tumbuh, dapat diganti dengan benih baru, kemudian ditutup dengan tanah. Pada umur sekitar 2 minggu setelah tanam dan samapai dengan 40 hari setelah tanam, dapat dilakukan kegiatan penyiangan dan penggemburan tanah di sekitar area  pangkal batang.

Bersamaan dengan kegiatan penyiangan dan penggemburan, dapat dilakukan pemupukan susulan. Pupuk yang diberikan berupa 25 kg sampai 50 kg Urea dan 25 kg sampai 37,5 kg KCl per hektar. Pupuk dimasukkan ke dalam lubang tugal sedalam lebih kurang 10 cm di sisi yang berlawanan dengan pemupukan pertama.

Umur panen kacang hijau berbeda-beda tergantung varietasnya pada umumnya budidaya kacang hijau dapat dipanen dengan umur lebih kurang 58 sampai dengan 65 hari. Tanaman kacang hijau yang siap dipanen biasanya memiliki ciri-ciri kulitnya kering dan berwarna cokelat sampai hitam.

Baca Juga Artikel Lainnya : Cara Menanam Kentang – Di Polybag, Di Kebun

Budidaya Kacang Hijau Di Polybag

Budidaya Kacang Hijau

Budidaya kacang hijau, juga bisa dilakukan dengan menggunakan media tanam polybag. Selain lebih efisien penaman budidaya kacang hijau di dalam polybag, juga lebih mudah dalam menegendalikan hama tanaman yang biasa menyerang tanaman kacang hijau.

Pembibitan Budidaya Kacang Hijau

Untuk pemilihan bibit kacang hijau, mungkin hampir sama dengan pemilihan bibit budidaya kacang hijau yang menggunakan media tanam tanah sawah, pilihlah bibit  yang unggul agar dalam proses pertumbuhannya baik dan sehat tidak cepat mati.

Sama dengan proses bibit budidaya kacang hijau dengan media tanah disawah, bibit budidaya  kacang hijau yang menggunakan media tanam polybag, sebaiknya sebelum ditanam dilakukan inokulasi terlebih dahulu. Dikarenakan inokulasi sangat perlu dilakukan untuk mensterilkan bibit dari mikroorganisme.

READ  Ayam Kate - Jenis, Karakteristik, Pakan, Harga, Gambar

Proses Lahan Budidaya Kacang Hijau

Setelah  proses inokulasi selesai, selajutnya yang harus dilakukan adalah menyiapkan media tanam yang akan dijadikan tempat budidaya kacang hijau. Tanah yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Siapkan tanah yang gembur untuk mengisi polybag sebagai media menanam kacang hijau.

Setelah proses selesai, campurkan tanah dengan pupuk kandang dan arang sekam dengan ukuran lebih kurang 1:1:1. Fungsi dari pupuk kandang dan arang sekam itu sendiri, untuk menyediakan unsure hara dalam tanah dan menambah nutrisi pada tanaman kacang hijau.

Apabila tingkat keasaman tanah lebih dari ph 6, sebaiknya taburkan dolomit pada tanah untuk menurunkan ph  tanah atau  tingkat keasamannya hingga 5.

Proses Penaman Budidaya Kacang Hijau

Siapkan beberapa polybag, kemudian masukan  tanah yang telah di olah sebelumnya dengan ukuran lebih kurang sekitar 70%. Kemudian masukan bibit kacang hijau yang sudah melalui proses inokulasi, lebih kurang sedalam 2 cm, dan tutup bagian atasnya dengan tanah tanpa dipadatkan.

Masukan 1 bibit dalam satu kantong polybag, untuk satu kemasan bibit, biasanya  membutuhkan 10 kantung polybag untuk penaman bibit budidaya kacang hijau.

Perawatan Budidaya Kacang Hijau

Budidaya kacang hijau dengan menggunakan media tanam  polybag sebaiknya diletakan pada tempat yang banyak terkena sinar matahari secara langsung. Siram tanaman dengan air secukupnya, tetapi jangan sampai terjadi genangan. Lakukanlah 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Penyiangan atau pembersihan tanaman dari gulma wajib dilakukan dengan cara mencabut setiap gulma yang tumbuh disekitar tanaman, biasanya setelah 1-2 minggu selepas masa tanam, parasit akan mulai muncul.

Pemupukan lanjutan dilakukan setelah 1 bulan masa tanam. Gunakan pupuk kandang setengah kepal pada masing-masing polybag, atau menggunakan pupuk NPK yang dapat diperoleh di toko pertanian terdekat.

Demikianlah sedkit informasi bagaimana budidaya kacang hijau – di Sawah, di Polybag, semogah bermanfaat bagi kita semua. Selamat mencoba !!!

Baca Juga Artikel Lainnya :